Gorontalo – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada petani dan nelayan atas kontribusi besar mereka dalam mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Presiden juga mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) XVII Tahun 2026 yang berlangsung dengan baik dan lancar di Gorontalo.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden di hadapan lebih dari 100 ribu peserta yang terdiri atas petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan pelaku usaha yang menghadiri PENAS XVII.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa petani dan nelayan merupakan pilar utama penyedia pangan nasional. Menurutnya, tidak ada negara yang dapat berdiri maupun bertahan tanpa ketersediaan pangan. Ia juga mengingatkan bahwa selama puluhan tahun petani dan nelayan telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa, termasuk memberikan dukungan kepada para pejuang kemerdekaan meski berada dalam kondisi kehidupan yang penuh keterbatasan.
Presiden turut menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga swasembada pangan secara berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa posisi Indonesia saat ini semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Bahkan, di tengah ancaman krisis pangan global, Indonesia mulai berkontribusi membantu negara lain melalui ekspor beras, jagung, dan pupuk.
Berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani juga terus memberikan hasil positif. Kesejahteraan petani tercatat mencapai level tertinggi dalam 34 tahun terakhir dengan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 127. Selain itu, pertumbuhan ekonomi sektor pertanian menjadi yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Kinerja perdagangan sektor pertanian juga semakin membaik, ditandai dengan peningkatan ekspor hingga Rp166 triliun dan penurunan impor sebesar Rp41 triliun.
Melalui capaian tersebut, pemerintah optimistis sektor pertanian akan terus menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.